|
VOP Online- Komite Global March to Jerusalem (GMJ) Indonesia menggelar aksi perotes terhadap aksi zionisme Israel atas Palestina, yang akan dipusatkan di Yordania pada 30 Maret 2012, diikuti peserta dari lima benua.
"Aksi protes akan diikuti sekitar 1 juta orang anti-penindasan dan imperialisme tak berkeprikemanusiaan Israel," kata Koordinator GMJ Indonesia dan Anggota Komisi Asia, Muhammad Maruf, kepada Gatranews, di Gedung Sekretariat MER-C, Kramat Lontar, Jakarta, Minggu (12/2).
Menurutnya, hingga Sabtu malam, tercatat 20 orang pendaftar yang di antarannya tenaga medis menyatakan siap mengikuti aksi protes terhadap Isrel itu.
"Memperotes Israel mengembalikan hak untuk kembali bagi rakyat Palestina (right of return), bebaskan tanah Palestina yang sudah dicuri Israel, dan menghapuskan politik aparteid," ungkapnya. Dijelaskannya, politik aparteid yang dilakukan Israel bertujuan mengusir seluruh warga Palestina dari tanah kelahirannya. Untuk memuluskannya, di wilayah Tepi Barat, Israel membuat gerbang-gerbang pemeriksaan (gate point), sehingga warga Palestina tidak leluasa untuk menjalankan aktivitas.
"Pendudukan Israil di Tepi Barat seperti Nazi dulu, tersebar geto geto. Kalau mau sekolah tasnya harus dicek. Nggak boleh sekolah walaupun tak bawa bom, mereka semena-mena. Petani ingin tengok ladang, muslim ingin sholat di mesjid, Kristen ingin ke gereja, rakyat akan bekerja, mereka harus melewati check point yang tersebar di seluruh Tepi Barat," jelasnya.
Menurutnya, aksi protes ini dibagi dua rute, yakni jalur darat dan udara. Rute darat dimulai dari New Delhi-India, Pakistan, Iran, Turki, Suriah, Lebanon, dan berakhir Yordania. Sedangkan rute udara, langsung terbang ke Jordania.
"Kalau ikut darat, tugasnya kampanye dari satu kota atau negara ke kota dan negara lainnya, kampanye publik, menyebarkan press release, bagi-bagi stiker, dan pas tanggal 30, baru semua kumpul di Yordania, di Lembah Alanbae, dari seluru benua; Asia, Afrika, Amerika, Australia, dan Eropa. Ngumpul jadi satu sekitar 1 juta orang melakukan protes," terangnya.
Menurutnya, akibat adanya aksi protes, diharapkan Israel mengembalikan hak-hak rakyat Palestina yang telah dirampas. "Jelas ini upaya masyarakat sipil sedunia karena negara itu sudah tidak berfungsi (useless). Kalau mau fungsikan negara, kan harus melalui PBB, dan PBB anggotanya dikuasai NATO yang pro Israel, jadi statelosses, jadi negara ga bisa ngapa-ngapain (useless)," ujarnya. Dijelaskannya, urgensi GMJ merupakan aksi lintas agama; Islam, Kristen, Yahudi dan milik semua masyarakat dunia pecinta keadilan, kemanusiaan, anti-penindasan, dan imperialisme. [IS](GATRA NEWS)
|