|
Sabtu, 11 Februari 2012 10:29 |
|
|
|
|
|
Prinsip Kampanye GMJ (Global March to Jerusalem) |
|
VOP Online- Para peserta Global March to Jerusalem menegaskan sebagai berikut:
• Kami menegaskan pentingnya Jerusalem secara politik, budaya dan agama untuk rakyat Palestina dan umat manusia secara keseluruhan(Islam, Kristen, Yahudi) dan para pecinta keadilan . Kami menyerukan perlindungan tempat-tempat suci dan semua situs arkeologi dan menolak semua upaya yang dilakukan untuk mengubah identitas budaya Arab karena merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Kami menyerukan kepada semua lembaga internasional untuk melakukan tugas mereka untuk melindungi kota Jerusalem.
• Mempertahankan Jerusalem dan membebasanya adalah tugas semua orang bebas di seluruh dunia dan kami mengajak semua institusi, organisasi, dan individu untuk berpartisipasi dalam tugas ini.
• Kami mengutuk kampanye Zionis ; pembersihan etnis di Jerusalem dan seluruh Palestina termasuk semua kebijakan yang sedang berlangsung yang dimaksudkan untuk Yahudisasi dengan mengubah situasi demografis dan geografisnya. Kami juga mengutuk kelanjutan dari pasukan pendudukan Zionis dalam membangun dinding apartheid yang bertujuan untuk mengambil alih seluruh tanah Palestina dan mengubahnya menjadi geto-geto ala Nazi yang terisolasi satu dengan yang lainya.
• Kami mendukung hak Rakyat Palestina untuk membebaskan seluruh tanah mereka dan hidup bebas dengan martabat seperti semua manusia di muka bumi.
• Kami mendukung hak-hak non-negotiable & tak terpisahkan dari Rakyat Palestina termasuk keluarga mereka untuk kembali ke rumah dan tanah mereka .
• Kami menolak semua hukum rasis yang membedakan manusia satu dengan yang lain berdasarkan etnis atau agama, karena menerapkan hukum rasis adalah sebagai tindakan kriminal.
• Global Marc to Jerusalem tidak mewakili satu faksi politik manapun, tapi kami menyerukan partisipasi semua kekuatan sosial, faksi-faksi politik dan semua ideologi.
• Global March to Jerusalem adalah gerakan damai masyarakat sipil dunia yang tidak menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya.
Amman, 12 Desember 2011
|