|
||||
| Hasan Nasrallah: AS Jadikan CIA Begundal Israel |
|
“Bersama kamu kami bertahan, bersama kamu kami tegar, dan seruan abadi kami adalah ‘pantang hina’,” kata Nasrallah memperbaharui janji dan sumpah setia Hizbullah kepada paradigma perlawanan Husain. Dalam setiap orasinya, pemimpin Hizbullah tak pernah abai memberi pencerahan kepada massa terkait perkembangan geopolitik di kawasan. Tak terkecuali dalam kesempatan prosesi Asyura tahun ini. Dia menegaskan kembali bahwa ancaman sejati yang dihadapi setiap pemerintahan di dunia datang dari proyek Amerika Serikat (AS) dan Israel. Ancaman itu tetap ada terlepas dari siapa yang memerintah di Washington dan Tel Aviv. “Perampok paling kakap kekayaan kita adalah AS dan Israel. Bangsa yang sadar akan realitas ini tak akan dapat ditipu kemunafikan AS yang mendaku membela demokrasi dan kebebasan,” ungkap Nasrallah seperti dikutip situs moqawama.org, Selasa (6/12). Dia juga mengecam pemerintah Barack Obama yang semakin menjadikan CIA begundal Israel. Bahkan, menurut Nasrallah, Obama tak sungkan lagi mengakui bahwa tak pernah ada pemerintahan AS yang melayani Israel begitu besar seperti pemerintahannya. “Pemerintah AS adalah juga penjajah Palestina. Mereka bertanggung jawab terhadap pengusiran bangsa Palestina.” Terkait kebangkitan Arab, pemimpin Hizbullah itu mewanti-wanti. Menurut dia, setelah upaya menciptakan “Timur Tengah Baru” hancur berantakan, kini AS mencoba mengendalikan perkembangan di kawasan dengan memprovokasi sektarianisme. Provokasi ini hanya akan menguntungkan sekutu AS-Israel. Inilah yang utamanya terjadi di Suriah. Nasrallah menyatakan bahwa Hizbullah mendukung reformasi politik di Suriah dan tetap bersama pemerintahan Presiden Bassar Assad. Menurut Nasrallah, dukungan Assad kepada isu Palestina dan perlawanan serta komitmennya untuk melakukan reformasi menjadi alasan kuat bagi Hizbullah untuk tetap bersama Damaskus. “Ada sebagian orang yang ingin menghancurkan Suriah demi mengompensasi kekalahan mereka di Irak,” ungkap Nasrallah merujuk pada rencana penarikan mundur pasukan AS dari Irak akhir tahun ini. Menanggapi pernyataan Kepala Dewan Nasional Suriah, Burhan Ghalion, bahwa Suriah akan memutuskan hubungan dengan Iran dan kekuatan perlawanan, seperti Hamas dan Hizbullah, Hassan Nasrallah menegaskan pernyataan itu sudah jelas menunjukkan untuk siapa oposisi Suriah bekerja. “Berkaitan dengan Dataran Tinggi Golan, Dewan Nasional Suriah menyatakan akan menyerahkan isu itu kepada komunitas internasional. Bahkan jika berkuasa, mereka akan melintasi perbatasan Lebanon dan memerangi kekuatan perlawanan. Ini jelas melayani kepentingan Israel,” tegas Nasrallah. Hassan Nasrallah lahir 51 tahun lalu di desa al-Bazroeih, Distrik Tyre, Lebanon Selatan. Dia dibesarkan di kawasan yang paling tertinggal di pinggiran timur Beirut. Kharisma, kapasitas kepemimpinan, dan pengalaman akar rumput menempatkan Nasrallah sebagai pemimpin muda Hizbullah paling menonjol pada 1980-an. Bahkan, pemimpin Hizbullah saat itu, Sayyid Abbas Musawi kerap mewakilkan tugas penting kepartaian kepada Nasrallah. Akhirnya Majelis Syuro memilih Nasrallah memimpin Hizbullah, setelah Sayyid Musawi syahid, bersama istri dan seorang anaknya, oleh aksi pasukan Israel di Tiffahta, pada 16 Februari 1992. Di era kepemimpinan Nasrallah, Hizbullah tampil sebagai satu-satunya kekuatan perlawanan bersenjata Arab yang mampu memaksa Israel mengembalikan wilayah yang pernah diduduki. (irman) |



VOP Online-DARI kawasan pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menyampaikan pidato di hadapan ratusan ribu massa, Selasa (6/12). Inilah kemunculan publik pertama kali pemimpin perlawanan Lebanon tersebut sejak 2008. Kehadiran Nasrallah mengejutkan massa yang berkumpul dalam prosesi peringatan Asyura. Dalam kesempatan itu, Nasrallah mengungkapkan duka cita mendalam kepada Nabi Muhammad, para imam, dan bangsa Muslim di seluruh dunia atas kesyahidan penghulu pemuda surga Imam Husain bin Ali di Karbala, Irak, 10 Muharram 1.372 tahun silam.