Selasa, 31 Agustus 2010 00:00    PDF Cetak Surel
Siapa yang membangun Masjid Al-Aqsha?
Penilaian Pengguna: / 18
JelekBagus 
Ketika membahas masalah al-Aqsha dari sisi sejarah, maka untuk pertama kali kita membutuhkan jawaban, siapa yang membangun Masjid Al-Aqsha ?

Masalah ini menjadi perbincangan diantara para ilmuwan dan sejarawan muslim. Mereka mengetengahkan sejumlah dalil dan bukti-bukti dan penelitian terhadap hadits-hadits yang berbicara tentang Masjid Al-Aqsha. Setidaknya ada tiga pendapat mengenai hal ini;

1. Para malaikatlah yang membangun Masjid Al-Aqsha
2. Nabi Adam AS
3. Nabi Ibrahim AS

Namun pendapat pertama yang menyatakan, bahwa para malaikat yang membangun Masjid Al-Aqsha dilemahkan oleh para ulama. Mereka lebih condong bahwa yang membangun Masjid Al-Aqsha adalah seorang manusia, bukan para malaikat. Karena para malaikat mempunyai rumah sendiri dan membangunnya di langit, yaitu Baitul Makmur sebagai ganti Ka’bah di bumi.

Oleh karena itu, kami menghindari pendapat pertama ini dan kembali mengkaji pendapat kedua dan ketiga. Yaitu Nabi Adam AS dan Ibrahim AS.
Nabi Ibrahim menamakan lembah Makkah dengan Baitul Atiq al-Muharram. Menunjukan bahwa Ka’bah Musyarofah sudah ada pada saat itu yang menyaksikan kelahiran anaknya Nabi Ismail. Dan diketahui bersama bahwa Nabi Ismail bersama ayahnya membangun Baitullah Al-Haram. Dengan demikian, gugurlah pihak yang berdalil dengan ayat-ayat Qur’an bahwa yang membangun Masjid Al-Aqsha adalah Nabi Ibrahim AS dan menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsha dibangun sebelumnya. Maka kuatlah yang mengatakan bahwa yang membangun Masjid Al-Aqsha adalah Nabi Adam AS.

Kemudian dalam makalah Dosen fakultas teknik Universitas Nasional Al-Najah, Dr. Haitsam Rutut yang dicetak majalah Kajian Baitul Maqdis terbitan tahun 2005, Rutut mengungkapkan ada kesamaan antara bangunan Ka’bah dan bangunan Masjid Al-Aqsha. Dengan bantuan program teknik tiga dimensi dan dengan melupakan jarak antara keduanya. Rutut menjelaskan, ada kesamaan antara kedua bangunan ini, ditinjau dari ke empat sudutnya. Ia menjelaskan hal tersebut dengan bantuan denah dan gambar. Bukti-bukti secara ilmiah ini mendukung pendapat yang menyatakan, Masjid Al-Aqsha. Nabi Adam lah yang membangun kedua masjid ini berdasarkan wahyu dari Allah, dengan batas-batasnya. Inilah batas-batas yang pelihara hingga kini atas Masjid Al-Aqsha seluas 142-144 hektar.

Kemiripin Teknik banunan antara Masjid Al-Aqsha yang asli sebelum perluasan pada zaman Bani Umayah dengan bangunan Ka’bah al-Musyarofah dengan bentuknya yang asli yang dibangun oleh Badullah bin Zuber mengutip keterangan Nabi yang menyebutkan tentang bentuk Ka’bah pada zaman Ibrahim Alaihi Salam.
Kaum Yabusiah dan Kananiyah

Bangsa Yabusiah adalah bangsa pertama tercatat sejarah yang mendiami al-Quds. Sebelumnya belum ada tulisan atau catatan yang mengungkap hal ini. Dalam kajian ilmu sejarah tentang situs-situs sebagai satu-satunya sumber untuk mengungkap temuan tulisan dan dimulainya sejarah manusia, yaitu sebelum enam ribu tahun sebelum masehi disebutkan bangsa Yabusiah bermigrasi dari tempat asalnya di Semenanjung Arab dan menetap di kota Yerusalem dan sekitarnya. Maka dikenallah wilayah Palestina dengan wilayah Yabusiah yang menyebutkan ibukotanya di kota Al-Quds yang saat itu dikenal dengan nama kota Yabus atau Oursalm.

Bersamaan dengan bangsa Yabusiah ini, berimigrasilah sejumlah suku dari semenanjung Arab ke Palestina. Diantaranya suku Finokiyo yang menetap di pedalaman bangsa Kan’an Arab. Mereka tinggal di bagian utara Palestina dan membangun 200 kota di Palestina. Yang paling terkenal adalah kota Yabusiah atau Al-Quds. Seperti Nablus yang suka disebut Shakim dan Kholil yang suka disebut Hebron.

Di Palestina hidup juga bangsa Amor yaitu suku bangsa Arab yang mempunyai peran ratusan tahhun dalam memakmurkan kota Al-Quds.

Perlu disebutkan di sini bahwa semua pemerintah Yanbusiah yang menguasai Al-Quds, dulunya sebagai penyembah berhala. Dari sini bukan berarti kita bangga bahwa yang pertama kali mendiami Al-Quds adalah bangsa Arab, tetapi untuk membantah klaim yahudi bahwa merekalah yang penduduk asli Al-Quds. Merekalah yang pertama kali memakmurkan kota Al-Quds. Bukti ini menunjukan bangsa bangsa Arab sudah mendiami al-Quds lebih dari Yahudi sekitar 1500 tahun sebelumnya.
 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.