|
Demonstran Yaman sekali lagi turun ke jalan di seluruh negeri menuntut Ali Abdullah Saleh melepaskan kekuasaan yang sudah lama. Berikut wawancara Press TV dengan Ali al-Ahmed (24/6), Direktur IGA dari Washington, Amerika Serikat, tentang gejolak terkini di Yaman.
Mr Ahmed terima kasih sudah bergabung dengan kami di sini. AS menutup mata gejolak di seluruh wilayah Yaman. Ada apa di balik para demonstran yang meneriakkan sentiman anti AS dan Israel, dimana peran AS telah banyak dipertaruhkan, apa kaitan dengan revolusi itu sendiri?
Al-Ahmed: Pemerintah Amerika Serikat benar-benar kacau sekarang karena mereka terus mendukung rezim Ali Abdullah Saleh, mereka mungkin tidak ingin melihat Ali Abdullah Saleh menjadi pemimpin Yaman. Tapi mereka mempertahankan kebijakan AS dengan menjaga sisa rezim Ali Abdullah Saleh di Yaman. Saya pikir karena para demonstran sekarang mengerti, itulah yang menyebabkan Anda sekarang melihat slogan-slogan anti Amerika dan itu akan meningkat. Karena pemerintah AS, pemerintahan Obama berpihak pada monarki Saudi di Yaman.
Benar, tapi Mr al-Ahmed, masih tentang Saudi, apakah ada kemungkinan seruan dari para demonstran didengar dan dewan transisi dibentuk untuk mengantarkan Yaman menuju demokrasi.
Al-Ahmed: Yah saya pikir situasi ini semakin sulit bagi para demonstran, karena baik Saudi dan Amerika telah mampu menghindari demontrasi di jalan-jalan di Yaman dengan mendorong alternatif kedua.
Sekarang kita lihat, wakil presiden Yaman Ali Abdullah Saleh yang berkuasa tidak bekerja, mereka memiliki pria, al-Ahmar yang merupakan sekutu Saudi dan juga disambut oleh Amerika Serikat untuk menggantikan Ali Abdullah Saleh, sehingga tantangan bagi para pemrotes adalah menemukan pemimpin mereka sendiri..
Anda membutuhkan seorang pemimpin untuk membuat revolusi menjadi berhasil dan pemimpin itu tidak ada, bahkan dalam hal dewan revolusi menjadi kisah menyedihkan. Ya, Ali Abdullah Saleh akan pergi, dia sudah pergi tapi kita akan melihat versi lain dari Ali Abdullah Saleh yang akan merebut kekuasaan dan ini sangat disayangkan oleh orang-orang Yaman.
Tampaknya terjadi stagnasi di Yaman, terjadi protes massal setiap hari namun pemerintah menolak untuk mengalah. Apakah rakyat akan berpikir dengan harapan dan keinginan untuk demokrasi dan kebebasan akan menerima konsesi?
Al-Ahmed: Saya pikir ini akan sedikit melelahkan bagi rakyat untuk tidak berhenti tapi saya pikir rakyat tanpa kepemimpinan akan kelelahan dan mereka akan kehilangan fokus beberapa saat. Rakyat harus pulang, bekerja, pergi ke sekolah dan mengurusi hidup mereka sendiri. Mereka tidak dapat melanjutkan protes, itu sebabnya rakyat membutuhkan seseorang untuk mendorong terus maju dan menangkap buah revolusi, yaitu istana presiden dan pemerintah. Protes saja tidak cukup, butuh tindakan lain. video dapat dilihat: http://www.presstv.ir/detail/186215.html
|